Kamis, 31 Oktober 2013

Politik dalam Pemilu (Seperti Paku dalam Jerami)

Di Negara Indonesia menganut sistem Demokrasi sehingga dalam memilih pemimpin berasal dari rakyat, untuk rakya ,oleh rakyat ,pemilihan presiden dilaksanakan 5 tahun sekali ,dalam pemilihan pemimpin calon biasanya dambil dari beberapa perwakilan partai, partai disini sebagai sistem politik, dimana memiliki wewenang dalam pemilihan presiden. Di Indonesia dalam memilih Presiden selalu ada permasalahan politik sebab semua partai politik berlomba-lomba dalam mendukung orang yang yang diajukan sebagai calon Pemimpin Negara dan berkampanye kepada masyarakat supaya memilih pemimpin dari partai tersebut. Mereka menebarkan janji-janji jika orang yang dijadikan pemimpin partai mereka dapat mensejahterakan masyarakat dan akan mengalami banyak perubahan, janji mereka seakan menghasut masyarakat.
Realita tentang pemilu di indonesia sangat tragis jika diamati sebab banyak cara yang dilakukan oleh partai politik demi kemenangan pemimpin yang mereka dukung ,jika kita lihat banyak cara masyarakat yang memilih pemimpin tidak sesuai dengan kriteria pemimpin bahkan khususnya masyarakat yang kurang tahu tentang politik mereka hanya berprasangka baik dan beranggapan yang penting mereka memilih tapi tidak tahu kedepannya pemimpin tersebut bagaimana hasil atau kinerja kepemimpinan mereka tidak begitu memperdulikan hal tersebut sebab mereka sudah sibuk mengurusi diri sendiri.dalam pemilu partai politik khususnya berperan aktif , cara yang biasa dilakukan oleh partai politik seperti berkampanye ,tapi mereka tidak hanya berkampanye atau promosi saja tapi mereka memberikan sesuatu kepada masyarakat khususnya masyarakat menegah kebawah sebab mereka beranggapan masyarakat menengah bawah tidak akan berkomentar tentang apa-apa jika terjadi sesuatu hal yang tidak sesuai dengan kinerja kepemimpinan. Partai politik berkampanya dan memberikan sesuatu yang masyarakat dapat menerima dengan senang seperti halnya uang. Partai politik memberikan sejumlah uang kepada masyarakat agar memilih pemimpin dari partai tersebut.

Dari permasalahan diatas kita mungkin dapat mengambil kesimpulan bahwasannya yaag dilakukan partai politik dalam menjunjung tinggi kepemimpinannya bukan dengan cara itu saja tapi menjelaskan kepada masyarakat tentang janji yang mereka lakukan , tetapi kenyataannya meskipun masyarakat mengkritik mereka menganggap hal tersebut sepele bahkan itu hanya ilustrasi biasa padahal paratai politik diciptakan sebagai kendaraan rakyat untuk menundukkan kekuasan Negara.

Kamis, 17 Oktober 2013

Kontribusi Masyarakat terhadap Pembayaran Pajak


Negara merupakan sebuah wilayah yang di tempati oleh banyak penduduk, hal itu sudah menjadi syarat berdirinya sebuah Negara.Warga merupakan suatu penduduk atau masyarakat yang berada di sebuah Negara,dan di dalam sebuah Negara terutama di Negara Indonesia terdapat banyak aturan yang harus di patuhi dan dilaksanakan  oleh warga negaranya. Terutama dalam masalah pembayaran pajak , pemerintah mewajibkan kepada semua penduduk Indonesia untuk membayar pajak terutama pajak pembangunan.
Masyarakat berusaha semaksimal mungkin dalam masalah pembayaran pajak ,meskipun ada yang telat ataupun lupa dalam membayar pajak ,tetapi itu tergantung dengan pemerintahannya sebab masyarakat tidak puas dengan apa yang mereka lakukan ,padahal pemerintah sendiri yang memberikan janji jika masyarakat rutin dalam pembayaran pajak maka semua kebutuhan sarana-prasarana umum akan terpenuhi tapi apa bukti yang diucapkan pemerintah ? dengan  tidak pernah bosannya  mereka yang tidak melihat realita yang dialami masyarakat . Seperti halnya dalam pembangunan jalan dan juga dana untuk pembangunan  suatu daerah yang tidak sesuai dengan yang dikatakan pemerintah bahwasannya pembayaran pajak digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Sedangkan Masyarakat membayar pajak dengan rutin tapi realitanya masih banyak jalan-jalan yang rusak yang tidak layak pakai,terutama di daerah pedesaan,  Padahal masyarakat sudah mematuhi peraturan yang diberikan pemerintah,tapi pemerintah tidak melaksanakan apa yang diharapkan masyarakat,mereka bahkan menyalahgunakan uang rakyat hanya untuk kepentingan pribadi padahal itu untuk kepentingan umum ,sehingga jika kita lihat realita yang ada banyak sarana-prasarana umum yang tidak layak untuk dipakai .gimana masyarakat mau rutin membayar pajak ,jika kenyataannnya tidak sesuai harapan ? sebagai warga Negara kita memang harus mematuhi peraturan pemerintah ,tetapi kita juga berhak menuntut apa yang telah dijanjikan pemerintah sebab kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mematuhi dan melaksanakan apa yang diatur oleh pemerintah, kemudian jika semuanya berjalan dengan lancar dan sesuai harapan pasti negara ini akan semakin baik lagi.

Minggu, 06 Oktober 2013

Tikus Liar Merajalela di Indonesia



Tikus merupakan seekor hewan yang menjijikkan ,tikus dengan mudah mengambil sesuatu yang merupakan bagian dari makanannya.seperti halnya ketika datang musim kemarau para petani sudah siap memanen tetapi dengan mudahnya dan gampang para tikus itu memakan padi itu secara beruntun yang dapat mengakibatkan para petani gagal panen . seperti halnya para koruptor yang diibaratkan seperti seekor tikus. mereka dengan mudah mengambil yang bukan miliknya tanpa memikirkan orang disekitarnya terutama rakyat-rakyat kecil yang berada di bangsa Indonesia ini.
sebenarnya mereka memiliki pengetahuan yang tinggi sehingga mereka dipercayai untuk menjalankan tugasnya demi kesejahteraan rakyatnya. tapi kenapa saat ini mereka mengingkarinya? sebelum mereka menjadi pejabat , mereka memberikan janji-janji yang menjadikan masyarakat percaya akan janjinya  tersebut ,tapi kenyataannya berbeda itu hanyalah janji palsu yang diberikan para calon pejabat  kepada masyarakat karena para pejabat mengerti  jika mereka tidak akan menuntut janji-janji tersebut.bagi mereka itu hal yang sangat wajar tapi mengapa mereka tidak memikirkan akibat dari perbuatan keji dan dzalim yang mereka lakukan.padahal untuk seorang pejabat di indonesia biasanya disumpah dengan kitab suci al-Qur’an tetapi dengan seenaknya meremehkan hal itu ,apakah mereka tidak tahu atau mereka pura-pura tidak tahu jika kelak perbuatan tersebut  akan dipertanggung jawabkan nanti di akhirat ,mungkin mereka dengan santainya melakukan hal tersebut sebab penegak hukum pun terkadang juga melakukan hal yang sama, dengan kenyataannya yang bisa kita lihat sekarang banyak sekali pejabat yang melakukan korupsi , mereka tidak melihat masyarakat yang dikalangan bawah , masyarakat banyak yang hidup dengan serba kekurangan sedangkan pejabat serba kelebihan. Meskipun ada banyak bantuan yang mengalir dari pemerintah tapi tetap saja masih belum sesuai janjinya terkadang data yang di berikan pemerintah tidak sesuai di masyarakat ,seperti BLT  banyak  yang salah sasaran sebab biasanya orang mampu mendapatkannya sedangkan yang tidak mampu tidak mendapatkannya, meskipun biasanya sudah di sensus tapi tetap saja hal itu terjadi.
Dari beberapa ulasan tersebut kita sebagai penerus bangsa kita harus berusaha menegakkakn suatu keadilan sesuai dengan faktanya, dan berusaha semaksimal mungkin untuk memberantas tikus liar dalam bangsa kita, dan juga berusaha menambah keimanan kita dengan berdo serta menambah pengetahuan tentang agama  agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan dan jika menjadi pemimpin untuk selalu memperhatikan apa yang dibutuhkan oleh rakyatnya.

Kamis, 03 Oktober 2013

Jati Diri Bangsa Indonesia


Kemerdekaan sebuah bangsa merupakan impian dari semua warga negaranya ,Tahukah kalian , serta sadarkah  kalian Indonesia telah  Merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945 ,sedangakan jika kita hitung umur bangsa Indonesia sejak merdeka hingga sekarang yaitu 68 tahun ,yang mungkin bisa dikatakan sudah tua jika disamakan dengan umur manusia ,dapat dikatakan sudah 68 tahun Indonesia merdeka  tetapi   bangsa Indonesia ini merasa kosong ? karena merasa kemerdekaan bangsa Indonesia hanya diabaikan semata oleh penerusnya sendiri yakni  pemuda-pemudi bangsa kita yang telah terhasut oleh berbagai permasalahan dalam kehidupan  yang menjadikan mereka penghancur , perusak dan bukan menjadi penerus serta pejuang yang cinta akan tanah air tercinta.bisakah  bangsa kita ini dapat mengembalikan jati diri sebuah bangsa yang sekarang ini dihancurkan oleh penerus dan pejuangnya  sendiri ? yang dengan mudah mereka hancurkan tanpa mereka sadari terhadap apa yang telah mereka lakukan.
Dilihat dari semakin berkembangnya sebuah zaman yang menjadikan para  Pemuda dan pemudi dijadikan sebagai koreksi diri dari sebuah bangsa. Bangsa ini sangat merindukan akan kesetiaan pemuda-pemudinya dalam memperjuangkankan bangsanya dengan penuh suka-cita.mereka tidak sadar  ketika mereka melakukan pemberontakan ,memiliki sifat radikal dan merusak sarana umum .sesungguhnya , jika mereka mengerti bangsa kita sangat  kecewa akan hal seperti itu dan ketika mereka  membakar gedung-gedung ,melakukan demo,bentrok antar sesama pemuda, sesungguhnya negeri ini tergores atas tindakan dzalim  yang dilakukan oleh pemuda-pemudi itu. Bisakah kita sebagai penerus bangsa melakukan akan hal yang sama dengan apa yang telah dilakukan oleh para pahlawan kita ? mungkin hal ini sangat sulit bagi pemuda-pemudi zaman sekarang untuk melakukan hal tersebut sebab rasa cinta tanah air mereka perlahan-lahan sudah mulai hilang tapi itulah yang menjadi sebuah pondasi sebuah bangsa untuk lebih memperkokoh bangsanya.
Dengan semakin berkembangnya zaman sungguh semakin sulit untuk dapat mengembalikan jati diri sebuah bangsa seperti yang sedia kala ,tetapi kita sebagai penerus bangsa harus berusaha semaksimal mungkin untuk merpertahankan nilai-nilai sebuah bangsa dan norma-norma sebuah bangsa,sebab kita sebagai pemuda dan pemudi harus menenamkan dalam benak hati kita untuk selalu menjaga tanah air tercinta ini seperti apa yang telah dilakukan oleh para pahlawan bangsa yang telah gugur mendahului kita,mereka berusaha sekuat tenaga dan jiwa raga mereka hanya untuk mengabdi pada tanah air tercinta yakni bangsa Indonesia.