Nama :Linda
Yudha Istika
TTL : Jember, 25 Februari 1995
Belajar :UIN Sunan Ampel Surabaya
Jurusan : PGMI
Motto : Berusahalah untuk selalu
Istiqomah
Ini
merupakan sedikit cerita tentang kehidupan saya , nama panggilan saya Linda
saya anak dari dua bersaudara , saya anak pertama dan adik saya sekarang kelas
4 SD , nama adik saya Frans Isnu Hidayat , sejak kecil saya hidup di desa yang
berada di kabupaten Jember , saya sekolah di TK dan SD di desa saya ,setelah
lulus saya mendaftar di SMPN tapi takdir berkata lain bahwa saya harus sekolah
di MTsN ,saya sangat sedih sekali tapi dengan nasihat orang tua bahwasannya
apapun yang terjadi itu yang dikehendaki oleh Allah dan yakin apapun yang
terjadi itu sudah yang terbaik , sebelumnya saya merasa tidak percaya diri
sebab saya tidak dari MI sehinnga saya memiliki rasa takut tidak bisa dalam hal
agama , tetapi Alhamdulilah dengan semangat dan rasa optimis saya bahwasannya
saya harus belajar lebih keras lagi , rasa syukur saya terus bertambah dengan
bertambahnya wawasan saya mengenai agama sempat saya berfikir pada saat itu
jika saya tidak masuk di MTsN mungkin saya sangat awam sekali mengenai agama
dan mungkin saya tidak seperti sekarang
ini. Waktu di MTsN banyak kegiatan yang saya ikuti yakni menjadi Anggota Osis,
mengikuti ekstrakurikuler Bola Volly dan juga
Pramuka , bagi saya ikut organisasi itu penting dengan bertambahnya wawasan juga menambah banyak teman, setelah
kelas 3 saya mulai mengurangi kegiatan tersebut sebab harus fokus pada
ujiankemudian setelah ujian saya bingung mau melanjutkan dimana , tapi saya
pada waktu ingin di SMAN sebab menurut saya sekolah disitu keren banget tapi
ternyata pandangannku salah , Alhamdulilah Allah memberikan sesosok guru yang
sampai sekarang tidak pernah saya lupakan kata-katanya beliau berkata
bahwasannya ‘’ jika mencari ilmu jangan hanya ilmu dunia saja tetapi carilah
ilmu di dunia dan akhirat sehingga biar tidak diibaratkan orang hyang hanya
memiliki kaki Cuma satu’’ kata-kata ini yang membuka hati saya sehingga saya
bilang pada orang tua bahwasannya saya ingin sekolah di MAN dan juga tinggalnya
di pondok , alhamdulilah Allah meridhoi saya untuk melanjutkan sekolah di MAN
tetapi hal tersebut tidak semudah yang saya bayangkan sebab MAN ada 3 sekolah ,
sehingga saya daftar ke MAN 1 terlebih dahulu tetapi dari 2 penyaringan saya
masih belum belum beruntung , sebenarnya saya sudah menyerah tapi dengan
doronga dari orang tua dan juga keluarga saya daftar di MAN 2 dan setelah mengikuti
beberapa tes Alhamdulilah saya masuk dan dengan terkejutnya saya ternyata saya
masuk kelas ya bisa dibilang anak-anaknya pintar , tapi meskipun saya sedikit
tidak percaya diri tetapi saya yakin ini sudah skenario dan takdir yang
diberikan Allah ,kemudian Alhamdulilah banyak pengalaman yang banyak manfaatnya
dan bertambahlah pemahaman tentang agama.
Setelah
saya naik kelas 3 , saya bertanya pada diri saya mau kemana saya setelah ini
,tiap hari hati saya bimbang , harus konsultasi dengan siapa setelah sudah
mendekati pendaftaran ke Perguruan tinngi Negeri baru pada waktu itu saya
konsultasi dengan guru BP kemudian setelah konsultasi saya tambah bingung
jurusan apa yang harus saya ambil , berbagai jalur saya coba ,tetapi kata orang
tua hanya satu yang beliau minta hanya ingin saya menjadi Guru , setelah orang
tua menyuruh sya jadi guru timbul lagi pertanyaan di hati saya jadi guru apa ?
orang tua saya inginnya saya menjadi guru SMP atau SMA tapi dalam hati saya
jika saya jadi guru saya ingin mengajar anak-anak kecil , kemudian ada jalur
SNMPTN saya ambil di UNESA dan IAIN atau sekarang UIN Sunan Ampel dalam hati
saya , saya hanya ingin di IAIN sehinnga saya menaruh UNESA pilihan pertama
biar nanti kalau tidak diterima saya bisa masuk IAIN itu harapan saya tapi saya
hanya bisa berusaha dan berdoa ,kemudian ada jalur lagi yakni SPMB PTAIN
Prestasi , tetapi untuk mengikuti yang ke dua ini sangatlah sulit sebab tidak
semua sisiwa ikut daftar seperti SNMPTN melainkan pmasih diseleksi oleh pihak
sekolah , saya hanya bisa berdoa semoga saya masuk seleksi dan Alhamdulilah
saya masuk seleksi kemudian saya pilih IAIN dan STAIN Jember karena dekat rumah
, tapi tetap prinsip awal saya , saya hanya ingin di IAIN setelah semua selesai
ternyata ada lagi jalur PMDK di POLTEK Jember , hati saya bimbang lagi saya
ikut apa tidak tetapi karena banyaknya masukkan yang menyuruh saya mencoba , ya
sudah saya lakukan itu dan melakukan tes wawancara dan juga kesehatan , dalam
tes wawancara tersebut ada suatu kejadian yang mungkin aneh bagi saya sebab
dalam tes wawancara tersebut saya ditanyak oleh petugas yang mewawancarai saya
, bahwasannya kalau masuk jalur undangan dan masuk juka PMDK anda pilih mana ,
kemudian saya jawab dengan jujur kalau saya pilih yang undangan , setelah saya
keluar saya ditanyak sama teman-teman dan mereka semua menyalahkan saya ,sebab
kata mereka seharusnya saya tidak berkata seperti itu tetapi saya hanya
tersenyum dan bilang terhadap mereka kalau sudah rejeki tidak mungkin
kemana-kemana kok ,kemudian seelah semua selesai saya hanya tinggal berdoa
semoga apapun yang terjadi itu sudah rejeki dan takdir yang Allah berikan
kepada saya.
Tiba
saatnya pengumuman SNMPTN sebelum pagi pengumuman saya bermimpi saya jatuh dari
tangga , entah pertanda apa ini saya juga tidak tahu saya hanya berdoa semoga
apapun mimpinya semoga berawal baik ternyata setelah pengumuman saya lihat di
internet tulisannya membuat saya lemas dan hamper putus asa yang saya lihat
merupak perkataan yang sangat menyedihkan yakni kata ‘’Maaf anda belum di terima di perguruan tinggi yang anda inginkan ‘’ kemudian
saya hanya bisa bertawakal sebab ada 2
jalur lagi yang masih bisa saya tunggu jawabannya kemudian untuk 2 jalur
Alhamdulilah saya keterima semua , tapi orang tua hanya membolehkan saya di
IAIN , alahamdulilah itulah yang saya
tunggu-tunggu , sebelumnya saya memang tidak percaya masuk jalur undangan sebab
saya orangnya tidak begitu pintar sedangkan teman saya pintar-pintar , tapi
saya tetap optimis apa yang dibilang guruku bahwasannya tidak semua orang
pintar bisa masuk perguruan tinggi negeri , Alhamdulilah ternyata apa yang
dibilang guruku itu benar dan senangnya lagi saya akan menjadi guru untuk
anak-anak Amin…..
Kemudian
setelah itu rencana atau impian 4 tahun yang akan datang yakni saya ingin
membuktikan kepada semua orang untuk tidak meremmehkan jurusan PGMI sebab
masyarakat menilai terutama tetangga dan saudara banyak yang tidak setuju saya
mengambil jurusan ini ,kemudian saya ingin menjadi guru yang mempunyai
pemikiran inovatif , bisa membangun anak didik yang berakhlakul karimah ,serta selain menjadi guru saya ingin membuka
usaha , dan jika nanti Allah masih
meberikan kesempatan pada saya, saya
ingin melanjutkan ke pasca sarjana , tetapi saya ingin menjalani
kehidupan ini bagaikan air yang mengalir serta diiringi dengan ikhtiyar ,
berdoa dan tawakal , serta rasa optimis dan sesuai dengan motto hidup saya
yakni dalam mengerjakan segala sesuatu usahakan untuk Istiqomah, itulah
beberapa cerita dan rencana saya 4 tahun ke depan.