Kamis, 12 Desember 2013

Perjalanan Pendidikanku


                                             
                                                Nama               :Linda Yudha Istika
TTL                 : Jember, 25 Februari 1995
Belajar             :UIN Sunan Ampel Surabaya
Jurusan            : PGMI
Motto              : Berusahalah untuk selalu Istiqomah
Ini merupakan sedikit cerita tentang kehidupan saya , nama panggilan saya Linda saya anak dari dua bersaudara , saya anak pertama dan adik saya sekarang kelas 4 SD , nama adik saya Frans Isnu Hidayat , sejak kecil saya hidup di desa yang berada di kabupaten Jember , saya sekolah di TK dan SD di desa saya ,setelah lulus saya mendaftar di SMPN tapi takdir berkata lain bahwa saya harus sekolah di MTsN ,saya sangat sedih sekali tapi dengan nasihat orang tua bahwasannya apapun yang terjadi itu yang dikehendaki oleh Allah dan yakin apapun yang terjadi itu sudah yang terbaik , sebelumnya saya merasa tidak percaya diri sebab saya tidak dari MI sehinnga saya memiliki rasa takut tidak bisa dalam hal agama , tetapi Alhamdulilah dengan semangat dan rasa optimis saya bahwasannya saya harus belajar lebih keras lagi , rasa syukur saya terus bertambah dengan bertambahnya wawasan saya mengenai agama sempat saya berfikir pada saat itu jika saya tidak masuk di MTsN mungkin saya sangat awam sekali mengenai agama dan mungkin  saya tidak seperti sekarang ini. Waktu di MTsN banyak kegiatan yang saya ikuti yakni menjadi Anggota Osis, mengikuti ekstrakurikuler Bola Volly dan juga  Pramuka , bagi saya ikut organisasi itu penting dengan bertambahnya  wawasan juga menambah banyak teman, setelah kelas 3 saya mulai mengurangi kegiatan tersebut sebab harus fokus pada ujiankemudian setelah ujian saya bingung mau melanjutkan dimana , tapi saya pada waktu ingin di SMAN sebab menurut saya sekolah disitu keren banget tapi ternyata pandangannku salah , Alhamdulilah Allah memberikan sesosok guru yang sampai sekarang tidak pernah saya lupakan kata-katanya beliau berkata bahwasannya ‘’ jika mencari ilmu jangan hanya ilmu dunia saja tetapi carilah ilmu di dunia dan akhirat sehingga biar tidak diibaratkan orang hyang hanya memiliki kaki Cuma satu’’ kata-kata ini yang membuka hati saya sehingga saya bilang pada orang tua bahwasannya saya ingin sekolah di MAN dan juga tinggalnya di pondok , alhamdulilah Allah meridhoi saya untuk melanjutkan sekolah di MAN tetapi hal tersebut tidak semudah yang saya bayangkan sebab MAN ada 3 sekolah , sehingga saya daftar ke MAN 1 terlebih dahulu tetapi dari 2 penyaringan saya masih belum belum beruntung , sebenarnya saya sudah menyerah tapi dengan doronga dari orang tua dan juga keluarga saya daftar di MAN 2 dan setelah mengikuti beberapa tes Alhamdulilah saya masuk dan dengan terkejutnya saya ternyata saya masuk kelas ya bisa dibilang anak-anaknya pintar , tapi meskipun saya sedikit tidak percaya diri tetapi saya yakin ini sudah skenario dan takdir yang diberikan Allah ,kemudian Alhamdulilah banyak pengalaman yang banyak manfaatnya dan bertambahlah pemahaman tentang agama.
Setelah saya naik kelas 3 , saya bertanya pada diri saya mau kemana saya setelah ini ,tiap hari hati saya bimbang , harus konsultasi dengan siapa setelah sudah mendekati pendaftaran ke Perguruan tinngi Negeri baru pada waktu itu saya konsultasi dengan guru BP kemudian setelah konsultasi saya tambah bingung jurusan apa yang harus saya ambil , berbagai jalur saya coba ,tetapi kata orang tua hanya satu yang beliau minta hanya ingin saya menjadi Guru , setelah orang tua menyuruh sya jadi guru timbul lagi pertanyaan di hati saya jadi guru apa ? orang tua saya inginnya saya menjadi guru SMP atau SMA tapi dalam hati saya jika saya jadi guru saya ingin mengajar anak-anak kecil , kemudian ada jalur SNMPTN saya ambil di UNESA dan IAIN atau sekarang UIN Sunan Ampel dalam hati saya , saya hanya ingin di IAIN sehinnga saya menaruh UNESA pilihan pertama biar nanti kalau tidak diterima saya bisa masuk IAIN itu harapan saya tapi saya hanya bisa berusaha dan berdoa ,kemudian ada jalur lagi yakni SPMB PTAIN Prestasi , tetapi untuk mengikuti yang ke dua ini sangatlah sulit sebab tidak semua sisiwa ikut daftar seperti SNMPTN melainkan pmasih diseleksi oleh pihak sekolah , saya hanya bisa berdoa semoga saya masuk seleksi dan Alhamdulilah saya masuk seleksi kemudian saya pilih IAIN dan STAIN Jember karena dekat rumah , tapi tetap prinsip awal saya , saya hanya ingin di IAIN setelah semua selesai ternyata ada lagi jalur PMDK di POLTEK Jember , hati saya bimbang lagi saya ikut apa tidak tetapi karena banyaknya masukkan yang menyuruh saya mencoba , ya sudah saya lakukan itu dan melakukan tes wawancara dan juga kesehatan , dalam tes wawancara tersebut ada suatu kejadian yang mungkin aneh bagi saya sebab dalam tes wawancara tersebut saya ditanyak oleh petugas yang mewawancarai saya , bahwasannya kalau masuk jalur undangan dan masuk juka PMDK anda pilih mana , kemudian saya jawab dengan jujur kalau saya pilih yang undangan , setelah saya keluar saya ditanyak sama teman-teman dan mereka semua menyalahkan saya ,sebab kata mereka seharusnya saya tidak berkata seperti itu tetapi saya hanya tersenyum dan bilang terhadap mereka kalau sudah rejeki tidak mungkin kemana-kemana kok ,kemudian seelah semua selesai saya hanya tinggal berdoa semoga apapun yang terjadi itu sudah rejeki dan takdir yang Allah berikan kepada saya.
Tiba saatnya pengumuman SNMPTN sebelum pagi pengumuman saya bermimpi saya jatuh dari tangga , entah pertanda apa ini saya juga tidak tahu saya hanya berdoa semoga apapun mimpinya semoga berawal baik ternyata setelah pengumuman saya lihat di internet tulisannya membuat saya lemas dan hamper putus asa yang saya lihat merupak perkataan yang sangat menyedihkan yakni kata ‘’Maaf anda belum di terima di perguruan tinggi yang anda inginkan ‘’ kemudian saya hanya bisa bertawakal  sebab ada 2 jalur lagi yang masih bisa saya tunggu jawabannya kemudian untuk 2 jalur Alhamdulilah saya keterima semua , tapi orang tua hanya membolehkan saya di IAIN  , alahamdulilah itulah yang saya tunggu-tunggu , sebelumnya saya memang tidak percaya masuk jalur undangan sebab saya orangnya tidak begitu pintar sedangkan teman saya pintar-pintar , tapi saya tetap optimis apa yang dibilang guruku bahwasannya tidak semua orang pintar bisa masuk perguruan tinggi negeri , Alhamdulilah ternyata apa yang dibilang guruku itu benar dan senangnya lagi saya akan menjadi guru untuk anak-anak Amin…..
Kemudian setelah itu rencana atau impian 4 tahun yang akan datang yakni saya ingin membuktikan kepada semua orang untuk tidak meremmehkan jurusan PGMI sebab masyarakat menilai terutama tetangga dan saudara banyak yang tidak setuju saya mengambil jurusan ini ,kemudian saya ingin menjadi guru yang mempunyai pemikiran inovatif , bisa membangun anak didik yang berakhlakul karimah  ,serta selain menjadi guru saya ingin membuka usaha , dan jika nanti Allah masih  meberikan kesempatan pada saya, saya  ingin melanjutkan ke pasca sarjana , tetapi saya ingin menjalani kehidupan ini bagaikan air yang mengalir serta diiringi dengan ikhtiyar , berdoa dan tawakal ,  serta rasa  optimis dan sesuai dengan motto hidup saya yakni dalam mengerjakan segala sesuatu usahakan untuk Istiqomah, itulah beberapa cerita dan rencana saya 4 tahun ke depan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar